Katanya sih, Life After Break Up

 
laman pencarianku pagi ini :)

***

MENURUTMU, kenapa ada pepatah "jangan jatuh di lobang yang sama"? Kenapa pula ada nasihat "pengalaman adalah guru terbaik"? Apakah itu karena manusia sering kali lupa pada rasa sakit yang pernah ia alami?

Ya, mungkin begitu. Setidaknya begitu yang kualami. Aku tahu, aku salah. Aku sadar, perbuatanku melanggar batas. Tapi, aku tetap saja terbuai. Dan malam itu, di depan layar, di sela-sela kata typing... yang tertera, aku merasakannya, lagi. Rasa sakit itu lagi...

Aku tak tahu, ini patah yang keberapa kalinya. Yang kutahu, momen ini pasti akan terjadi, cepat atau lambat. Ternyata sekaranglah waktunya.

Aku tidak berkata-kata, tidak pula menangis. Aku hanya diam, meresapi sesuatu tak kasat mata yang menghantamku begitu keras. Hingga dadaku sesak dibuatnya. Sesak itu terasa begitu nyata, senyata pesan darinya yang, entah bagaimana, membuatku kembali merasa tak berdaya melawan semesta.
Ah, mungkin ini terlalu berlebihan. Tapi, bukankah memang begitu aturan mainnya?

Meski sulit, aku sepenuhnya sadar, mungkin ini jalan terbaik. Jadi, jalani saja. Pelan-pelan tak apa, asal serius; serius untuk sembuh. Dan, untuk kali ini, aku kembali menyusun rencana sedemikian rupa untuk menghadapinya. 

Setidaknya, biarkan aku mencoba menyembuhkan diri, dengan cara yang paling sunyi. Tanpa tangis, tanpa suara, tanpa cerita. Tak perlu ada yang tahu, aku serapuh apa. It's time for role-playing again! Gapapa, serius gapapa. Aku pasti bisa, kok. Bahkan kalau perlu, penuhi sesi ini dengan tawa, dengan hal-hal yang membuat semuanya tampak baik-baik saja. 

Semoga tidak lama-lama sakitnya, 
Semoga lekas sembuh, sesembuh-sembuhnya, 
... Aku.

-el.de.en.
Monday, July 27, 2026, 07:58 a.m.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Percobaan

Perdana

Capek, tapi ... ya mau gimana lagi?