Capek, tapi ... ya mau gimana lagi?

foto random, biar gak kosong aja


Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya Kesibukan

Begitulah kira-kira yang kurasakan di awal bulan suci ini. Rasa-rasanya, kepala begitu penuh, entah oleh hal-hal yang memang penting, yang agak penting, yang sok penting, hingga yang tidak penting sama sekali. Aku bingung sendiri gimana caranya membereskan ruangan yang penuh sesak dan berantakan itu. Yaa salahku juga sih, kenapa terus menunda-nunda, hmm...

Sekarang, mari kita list, apa saja hal-hal yang berantakan itu.

Tentu saja, menyangkut diri sendiri: belajar untuk ujian komprehensif Syawal nanti. Entah mau dimulai dari mana dulu, materinya terlalu banyaakkk, karena memang gak dicicil sejak kemaren-kemarennya sih. Masalahnya adalah, ketika sekarang mau kukerjakan misal, ada hal lain yang tak bisa kutolak. Misal: pengajian-pengajian Ramadhan.

Pengajian Lora Kayyis saja, yang pagi itu, sampe Zuhur. Lalu, Zuhurnya pengajian lagi. Sore gak wajib memang, tapi eman kalau gak ikut, soalnya Kiai Afif. Malam barulah Tad Ahsan, wajib juga.

Begitu banyak, kan? Meski gak sebanyak di Haurkuning.

Kalau mau fokus ke diri sendiri sebenarnya gak terlalu berat, masalahnya, aku ini punya banyak posisi. Aku harus berperan sebagai Koordinator Kominfo do DEMA, kerjaan sama tim kreatif begitu menumpuk. Eh di sisi lain, tugas sebagai bagian dari Divisi Pendidikan asrama juga buanyaaak banget, salah satunya ya Tim kUrikulum ini. Huhuhu

Jadinya, kapan sih aku bisa bebas? kapannnn? tapi kan wajar lah ya, kalau hidup memang seribet ini, kalau mau diam, ya mati aja, iya gak sih?

Ya begitulah, begitu pokoknya

Udah dulu aja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Percobaan

Perdana